Dan pada akhirnya déjà vu bukanlah jiwa yang lepas mendahului raga, bukan pula kerikil dalam memori akan kehidupan lalu, melainkan percikan kesadaran akan hipokrisi di tengah lakon – lakon lain. Repetisi telah menunjukkan bau badannya berulang kali tentu, though I’ve mastered those conditional white lies in and out after years of doing evil schemes.
Huh, dan sekilas sasaran yang terus menyemburkan tuntutan monofonik: idealisasi.
No comments:
Post a Comment