Jika betul bahwa hidup adalah pentas, maka segala visualisasi yang hadir hendak menegaskan adanya bukanlah sebentuk ilusi tentang realitas. Pentas adalah tempat di mana realitas diproses dan penonton pun turut dalam arus pembebasan dari ilusi: aktif merenungkan persoalan momentum dalam lini masa sebagai gerak ke arah pembebasan.
(Demi aksen yang terberi pada simbol sosok orang ramai, pada gerak, pada detak, atau justru pada ketidakhadiran.)
2 comments:
Menyaksikan (atau tidak menyaksikan?) yang disangka ga ada dan ketidakhadiran sebagai pemeran utama di barisan paling belakang yang tersisa tepat tiga kursi aja... segitu sering yang tak terlihat hadir tapi masih banyak yang nanya, "Tuan dimana?" atau, "Tuan ada atau tiada?"
Manusia emang penonton yang payah yak. Gini kalo momentum cuma sekedar angka di linimasa.
Post a Comment