Wednesday, April 14, 2010

192 Jam

Dua hari ini adalah tentang gelisah yang mengendap. Kau bergelut di tengah sebab-sebab yang mungkin, dan menemukan bahwa jarak yang ingin kau depa mengada di cerukan yang bukan milikmu.

Di luar sana, ketika peperangan adalah selalu satu-satunya hal yang menyambutmu, kau resah ketika harapan dan manifestasinya tak bermotifkan loyalitas, apalagi nasionalisme gamang. Lalu apa yang akan kau pertahankan di menit-menit todongan laras api? Bahwa kau melacur demi keberbedaan yang wajib meraga?

Kau begitu yakin. Kau tak ingin berhenti. Kau tak kunjung mengerti. Dan kau pun bergantung pada moralitas-moralitas tua: tindakan paling mulia di tengah peperangan bukanlah berjuang menyerang musuhmu hingga titik darah penghabisan, bukan pula berlari, apalagi bersembunyi, melainkan menyelamatkan segala yang kau bisa selamatkan, siapapun itu.


- Tentang surat, bantuan bermuatan, dan dislokasi budaya. Terima kasih kepada G.S.M. dan ingatannya atas Purbo Carito.

No comments: