Wednesday, April 14, 2010

Koja

Kita mengernyit, ini tak sesederhana biasanya. Kita begitu terbiasa dengan dorongan lugas untuk berpihak, membela, memiliki, kasihan, marah, dan hal-hal manusiawi lainnya. Pada hari-hari hitam-putih kita menjentik memilah kami dan mereka, memasakki -mu, -ku, dan -nya. Di tengah momen-momen optimis kita suka berdiskursus tentang sama dan beda, tesis dan antitesis, pun sekuat tenaga kita menghindar dari premis salah dan benar.

Tapi tidak senja ini. Senja ini memerankan gagalnya kita untuk mengabaikan kemelekatan, yang jangan-jangan memang tidak mungkin dilakukan. Jangan-jangan kemampuan untuk melepaskan memang pada akhirnya bukanlah hal yang manusiawi.

Maka pertanyaan "mengapa kita tidak berkelakuan selayaknya manusia?" mungkin tak lagi valid. Bisa jadi yang kini hakiki adalah mempertanyakan kapan kita bisa berhenti menjadi manusia.


"You as yours, me as mine, two before we were us."
-Tori Amos

2 comments:

Fayre Meira said...

you are such a great writer.

Titis Andari said...

Thank you Han, I think I learnt from you :)