Sunday, December 05, 2010

Pandu


Kenaifan barangkali bukan terletak pada kecenderungan optimisme relatif, karena kecenderungan tersebut bukan ditujukan pada kebathilan di dunia dari mana segalanya berawal.

Kenaifan, meminjam Camus, barangkali berada pada titik moral keterlibatan yang ditekankan, bahwa "lebih banyak yang bisa dikagumi dalam diri manusia", untuk terus melibati berbagai kebathilan tanpa ambisi mencari sebab, untuk terus bergerak dan mengejawantahkan solidaritas. Yang harus diingat adalah bahwa moral keterlibatan dimulai justru dari kesadaran akan kebathilan yang absolut, yang dimulai dari penerimaan akan medan dan penghidupan pemberontakan melawan absurditas, "kematian yang memotong", dan "kejahatan" (ataupun kebaikan yang meleset).

Maka tersebutlah segelintir yang memberontak dengan melibatkan diri dalam absurditas yang hidup, yang dihidupkan.

Kenaifan adalah pilihan atas jalan yang altruistik dalam memandang, menghadapi, melibati kebathilan, yang memang lebih menenangkan jika disebut absurditas, dalam bentuk dan skala apapun. Kenaifan adalah penolakan untuk takluk pada absolutisme kebathilan. Kenaifan adalah usaha untuk mempertahankan greget untuk melawan, hasrat untuk bertahan.

(Photo taken above South Sulawesi, December 2010)


- Happy International Volunteers Day!

No comments: