
Aku ingat saat waktu yang tercuri berarti rasa tenang yang menggebu, terpesona oleh ruang yang akan terus ada. Di Ta Prohm, tepatnya. Di kompleks itu, tahun-tahun terlepas dari masa. Diam, beku, kegagahan yang mencemooh para turis yang hanya berkeliling 30 menit saja karena harus mengejar matahari terbenam di Phnom Bakheng. Pokoknya yang rasanya alami untuk dilakukan di situ adalah berusaha lupa dan alpa, menikmati yang jadi. Jangan berlari-lari, apalagi menggali-gali.
Nikmat adalah menyaksikan waktu yang menyelinap pergi. Sayang dalam keseharian yang banal, justru aku yang ingin sembunyi dari detik yang tidak berhenti.
(Photo taken in Siem Reap, Kingdom of Cambodia, January 2010)
(Photo taken in Siem Reap, Kingdom of Cambodia, January 2010)
No comments:
Post a Comment