Showing posts with label staring at the ceiling. Show all posts
Showing posts with label staring at the ceiling. Show all posts

Wednesday, September 01, 2010

Terjun

Kau membuatku mencuri, di rumahku sendiri. Entah sejak kapan gaung kerut tawamu terselip di setiap reklamasi. Berselimutkan embun dan peluh tak habis kita menalar mimpi, meretas sunyi. Lalu di keheningan kita menepi...

membiarkan fana
menaklukkan yang baka

mengasapi asa
atau mengasinkan luka


Monday, September 07, 2009

you flutter, dear self

Oh what is it that rustles and shivers
shaking the dithering soul
stirring the valves of glands
folding, unfolding the way of dark and light,
the surreal steeping,
unnaming?

- This cave turns abysmal, i could never have been back up.

Thursday, September 03, 2009

the estranged will be gone, the saline eternal

In your body of nights distilled
silence chuckles
like the splashes of waves
echoing through every curve of the land
gentle as a kiss on a blister
and green dreams set sail to faraway
bequeathing darkness upon the stones
and your skin

Thursday, July 30, 2009

and it rolls down, everytime

Perjalanan itu menuju puncak,
yang ternyata sekadar punggungan-punggungan yang lain.
Setiap kenangan adalah luka kemarau yang menggeliat di mataku,
yang terpintal nafas pagi
dan kemudian hangus bersama mimpiku.
Kernyitan dahimu terus menanti,
toh setiap melodi bukannya mengisyaratkan penikmatan,
melainkan lantunan pertanyaan.
Telah kau lempar cabikan air mata ke jalan-jalan sunyi yang menghampar kusut,
jarak pandangku tersesaki variabel angka-angka,
sambil menangkap tangan kirimu yang terus menggenggam mistar.

(Artikulasi yang diilhami cerita seorang teman lama, Y.P., tentang perjalanannya di Pegunungan Argopuro.)

Friday, July 11, 2008

dry dessert of presence

Di ranjangku aku kembali mengais hampa
Ketika itu aku telah memilih untuk
menjejak kuat
dan rusuk pun membelesak
Kata-kata terlepas dari belenggu makna,
nafas membungkus setiap detak
Ingin rasanya ekor mataku mendesak teriak
mempersembahkan bagimu sekuntum ragu
Tetesan ini bernama penggapaian
yang menari mengundang
melalui ketersembunyiannya dari balik pangkal ombak
Sungguh, pagi telah kita cambukki
seiring dengan keterikatan sebentuk ungkapan
di atas pasak bernama belalak mata
Segalanya untuk melumpuhkan kaki waktu
Aku hanya ingin terbenam di lenganmu..

Thursday, November 08, 2007

turbulensi

Terjunlah menjauh.
Toh kebrutalan kecepatan telah menjadi tujuan
sekaligus akhir dunia.
Dan kegoncangan adalah wajah pertama
dalam perbatasan menuju ketidakteraturan.
Dengan lenyapnya setiap pusat yang menjadi asal,
kini apapun menjadi sebuah permainan tanda
yang tanpa akhir.
Remember,
we are the prisoners of ideas.
Pandanglah kedalaman mataku,
penjelajah adalah mereka yang mampu
menoleh ke belakang
di mana parodi adalah ungkapan yang utama.

Tuesday, November 06, 2007

qualm upon the shift

Kebekuan pun dirumuskan atas nama
teralihnya besi yang menjaga
relung dekat dengan liang bercacing,
terkubur dalam substansi yang membangun keakuan.
Atau yang diakui.
Namun banjir bandang bukan penggali.
Dadaku basah dilengketi sepatu yang
minggu ini rajin berkecipak dalam ketercairan.
Apa yang mereka dapat selain detak melambat
dan sarkasme sebuah tawa?
Dan air toh mampu melubangi kelapangan.

Monday, May 14, 2007

the trail of looking below

The ability to figure a shortcut to get out of the house

Paid with the avalanche pushing towards painful end
that would later be seen as the beginning –

people who kick aside the cloud and clean the road.
And the floor in the children pool could be seen,
even from far away.
With ears plugged, keeping up with the pace, each box at once,
despite the snakes and ladders.
Simpler.
Should I shut it dead?
Then again I truly miss the times
when I could feel the wind tingled
at the height of my waist

Tuesday, June 06, 2006

pseudologia fantastica

Dimness vanishing each and every precinct and reckoning,
toward the cavernous cavity in darkest sea..
“Sans toi, les emotions d’ajourd hui ne seraient
que la peau morte des émotions d’autrefois”
Dan aku pun membangunkanmu pagi itu,
dengan ketap mulut bergegas menyibak subuh dan
langit masih coklat kita menghitung jejak,
hingga pantai itu dengan cerita berlompatan
bagai biji hujan menjelma laut tempat bersampan.

Thursday, April 13, 2006

crustaceae

Dikenakannya awan – awan kumulus
berkas insekuritas yang menjangkiti rongga – rongga uap
Sinar matahari yang memendar
dan Tyndall tersenyum…
Lembaran seng dilumuri lem kanji
toh manusia hanyalah makhluk yang terjebak
dalam kebebasannya
memandang sembari mengepakkan sayapnya, katanya
Ia terpekur
melewati bebatuan yang sama berkali – kali
tapak kakinya meninggalkan jejak terdalam
pada aspal panas

Saturday, April 08, 2006

land of mines


Ketika kulit-kulit waktu terkupas,
Memperlihatkan benang layang – layang
yang kita tapaki
Ternyata biji – biji tidak terjalin dengan
interval yang sama
Sangat ironis ketika helai cabang terpanjang
tidak memiliki warna,
tanpa tekstur yang teraba kulit jari si buta
Keadaan tanpa kedip dan nafas
Mengisi penitian tanpa telur cacing
Yang terselip di kuku kaki,
satu – satunya penunjuk waktu adalah
bau mulutku..

Thursday, March 09, 2006



to look life in the face
and to know it for what it is


Railway : (sekelumit dusta dan kepandaian)

Eclipse : Terhenyak betapa sekedar budak aksi habitual dan prasangka.

Railway : …

Eclipse : Pernahkah kalian belajar berhitung dengan sungai?

Railway : Terdengarkah detak – detak yang menandai hidup?

Eclipse : Hidup adalah menghidupkan absurditas. Memberontak dengan kesadaran akan pertentangan tanpa harapan antara pikiran dan dunia.

Railway : Bahkan dirimu subjek fisiologis ilmu eksakta.

Eclipse : Sebagian kecil lahir tanpa kepekaan terhadap waktu, berakibat kepekaan terhadap ruang meningkat sampai taraf menyakitkan.

Railway : Kau bukan lagi representasi kejiwaan, two-dimensional icon.

Eclipse : Toh kesedihan tak hanya asam yang menusuk otak kecil bersama gelombang listrik angan.

Railway : Kau temukan cogito yang lain melaluiku.


and to put it away

Wednesday, March 01, 2006

anomali


Saat nasib seperti kebebasan
adalah kesunyian tiap batin
Aku dibuat lupa
Serpihan terkecil pun yang telah
terhembus tanpa setitik konsistensi
berosmosis dalam sekejap
meninggalkan dengan cadar kabut
yang lekang sesaat
Pulanglah pada kesejatian:
subyek nomadik dalam peta mesin hasrat
Oh Sartre,
manusia memang telah dihukum untuk merdeka
Kembali kubuka pintu ke gurun
berpaling dari semua substansi yang dibiarkan
floating in wide open space...

Saturday, October 01, 2005

Ce n'est pas une image juste, c'est juste une image.

Desire is what makes human live,
and drops us into the arms of death.
Aku kehilangan sebentuk kebeningan,
ketika relungku serupa karpet terbentang.
Enyah saja serangkai kata,
liturgi.

Monday, June 06, 2005

yolk


Summer days will be gone too soon..
It’s still chiseled deeply beneath the scalp
The trice as the gravels of consciousness were hurled at me –
it didn’t flog, rather constrain me to evaporate
Ultimate choice, the acid wasn’t willing to stimulate me
The durable wind from the ocean blew
granting the sound I had whistled years before
I was cornered
My fingers traversed destructively
They weren’t the ones scratching my skin ‘till it bled
I dissented to fuss over how low I had submerged
nor how wide the orifices enshrouding my carcass are
One might solely be a marvel on its epoch,
it has been the foremost substance replenishing my thorax
The grey matter has been in the burden of prolonging series of eon
If only I could subdue the chief
You wouldn’t have to flinch at that epidemic of the K-2 climbers,
scrutinizing me with my hands hastened hankering a rainbow
I apostrophize exoneration for staying inert leaving the room unventilated
Just put the fan in gear
I’m compliant to oxygenate your visage as well
Down to the mizzle and a hoedown renews on fleeing
Squat dejectedly in the end of the niche with a single grief:
frailty to transmute into the night
I’ll grab a disc from the pile and swallow it up
all my veins then beam and chant our tale
It will be long prior to when I cease licking my bite
Luckily the moon retains no foot nor tongue
You are far more than merely the shadow I can’t seize

Hac protegor umbra

Tuesday, March 29, 2005

mengintai langit

Ingatkah?
Kaki yang terpijak di lapangan berkabut
Nothing but a conglomeration of protein compunds
Tiba-tiba suatu hari hidup dalam kolam kecil panas mengepul
Sekejap kemudian kita telah bermain dengan lihai
Desisan tanpa jeda dari balik baju zirah
Living a life in a fictional reality
diliputi keabsenan batin yang berdegup
terseret dalam spectrum bertitik fokus ganda
”To thine own self be true”
terhalangi korona sang surya
kelaziman senandung laron-laron hempas
We were in expectation of Promethus everyday
Hanya segelintir yang tersadar pengelupasan tak sebegitu signifikan
Betapa kelak akan meratapi rasa yang tak sepat terkecap
nyanyian sayup panjang tak terbingkai
Diasinkan oleh ketidakmampuan menghindar
dari parodi para pematung melankolis
Terngiang saat pencarian justifikasi atas bawah sadar
yang mengendap lewat mimpi
Jangan bersedih kawan,
Ini adalah saat yang tepat mulai mencipta antibodi tangguh
secara empiris
For we are some slow walkers,
just never walk backwards..

Thursday, December 16, 2004


Je suis amoureux de toi

Terlena dalam perburuan kami
Saling melempar cangkang kosong
Aku mulai mencemooh Comte dan positivismenya
Saat ini adalah pembuktian
Efek gerak relatif yang selama ini terlupa
bahkan oleh logika tautologis
di dunia berkecepatan tinggi penuh pengulangan
kembali beraksi.
I strive to touch the ground beneath the sea
for the sake of mine,
namun kacamata mulai berembun
Para penglaju yang menggeser orientasinya,
navigators can’t help themselves
from entering their slumber..

(hours by the road, grey bottom)

Sunday, December 05, 2004

sparks

Moins de la moitié,
aku dan matahari ditambah spasi membisu
dan sempat terbersit persimpangan yang sudah dekat
Ça prendra encore quelques années,
dan terlupa pula bahwa bukan waktu yang tersangka


you've scratched my skin way deep
ataukah hanya percikan sebuah realitas friksional?

Saturday, November 20, 2004

amateur

Kelonggaran menyesatkan
The expressway concluded to be taken
so far is proven nerving the crap out of me
Kuborgol kedua kaki, kunci tertelan
Konversi rutinku mustahil
Lambung sempat tersentuh beraksi
Though I don’t mean like “cynide trangulation
or an axe through your head”
Tergugu di sudut saja
The scene won’t play, says an amoreuxeuse
Tahukah ia bukan seorang pemain coba digugah?
Kepasrahan menyeluruh, jawaban
atas perbesaran skala intensional
Simbol dalam mimpi dibuat pedoman
saat Narcissus pun mulai tergelak
menandingi sentuhan kecil yang menjadi penawar

(waiting in void, an afternoon, post science 6 game)